RSS
Pertemuan Menteri Kebudayaan dan Penerangan, Pengurus dan Duta budaya Republik Islam Iran di Luar Negeri (2010/03/03 - 06:52)

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei Selasa pagi (2/3) dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan dan Penerangan, para Ketua Lembaga Budaya dan Hubungan Islam dan duta-duta budaya Republik Islam Iran di luar negeri menilai kekuatan hakiki Republik Islam Iran adalah kekuatan kebudayaan dan menekankan, “Memberikan gambaran secara benar dan nyata tentang negara  Republik Islam Iran, pelbagai kenyataan dan kemajuan Iran saat ini, di samping penyebaran bahasa dan sastera Persia merupakan tugas berat para duta Kebudayaan Republik Islam Iran.”

 

Seraya menyampaikan posisi dan pentingnya pelbagai aktivitas dan hubungan kebudayaan, beliau mengatakan, “Bila program kebudayaan dilaksanakan dengan baik dan mempengaruhi pemikiran dan perasaan masyarakat, sebagian kekosongan yang mungkin terjadi di kancah diplomasi dan atau hubungan perdagangan dan perekonomian pasti akan terpenuhi.”

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran selain mengisyaratkan cara negara-negara penjajah menggunakan hubungan dan pengaruh kebudayaan untuk mencapai tujuannya yang tidak benar dan zalim, beliau mengatakan, “Dengan gerakan kebudayaan, negara-negara ini mengejar tujuannya yang tidak manusiawi, padahal di dalam negara Republik Islam Iran yang berdiri dari ucapan yang benar dan pemikiran murni ilahi, pelbagai cara dan peralatan budaya harus dipergunakan lebih baik dan selayaknya.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut keterasingan hakiki saat sebuah negara diisolasi lewat kebudayaan. Beliau mengatakan, “Bila  program kebudayaan dilaksanakan dengan baik, tidak satu faktor pun akan bisa mengucilkan negara Iran.”

 

Saat menegaskan peran dan pentingnya aktivitas duta kebudayaan, beliau mengatakan, “Para duta budaya Republik Islam Iran adalah geris terdepan front kebudayaan di arena internasional. Lembaga kebudayaan dan hubungan Islam juga sebagai markas utama front kebudayaan ini.”

 

Kemudian Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menjelaskan pelbagai tugas berat para duta kebudayaan dan menambahkan, “Memberikan gambaran secara benar tentang Revolusi dan Republik Islam Iran kepada masyarakat dunia dan para pejabat negara-negara di dunia adalah salah satu kewajiban penting dan pekerjaan besar para duta budaya.”

 

Seraya menyinggung upaya luas propaganda front imperialis menjelek-jelekkan Republik Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan, “Dengan menjelek-jelekkan Republik Islam Iran, mereka berupaya membuat pesimis masyarakat dunia dan para simpatisan negara Iran dan mengurangi pengaruh spiritual dan ruhani Revolusi Islam Iran. Oleh karena itu, kewajiban terpenting para delegasi budaya adalah memberikan gambaran yang benar tentang Revolusi Islam Iran.”

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut syarat memberikan gambaran yang benar tentang Republik Islam Iran adalah mengenalkan Islam dengan benar. Ditekankannya, “Para musuh dan mustakbirin berusaha mengenalkan Islam kolot dan atau Islam liberal yang tidak berguna kepada penduduk dunia. Padahal Islam hakiki dan murni yang dimaksud oleh Republik Islam Iran adalah Islam yang memiliki pengertian-pengertian tinggi, mendalam dan jelas tentang manusia, Tuhan, dunia yang akan datang dan pelbagai kebutuhan materi dan spiritual umat manusia.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menyebut salah satu dari kewajiban para delegasi kebudayaan Republik Islam Iran adalah mengenalkan pelbagai kemajuan mencolok di bidang keilmuan dan mengenalkan adat istiadat dan kesenian negara Iran.”

 

Beliau menyebut satu lagi dari kewajiban para duta budaya adalah mengenalkan pelbagai peragaan demokrasi di negara Iran dan perkumpulan-perkumpulan besar rakyat. Seraya menekankan bahwa sikap keberagamaan di Iran merupakan salah satu dari kenyataan penting negara Iran, Rahbar menambahkan, “Partisipasi spiritual pelbagai lapisan masyarakat khususnya para pemuda di dalam acara-acara keagamaan baik pengajian Al-Quran, doa, acara duka adalah femomena besar di negara Iran. Hal ini harus ditunjukkan kepada masyarakat dunia lewat seni dan dokumentasi.”

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menekankan untuk mengenalkan Iran masa kini dan mengatakan, “Di samping harus mengenalkan kedalaman budaya dan peradaban Republik Islam Iran, Iran masa kini juga harus dikenalkan kepada penduduk dunia.”

 

Beliau menilai penting masalah bahasa dan sastera Persia dan menekankan, “Salah satu dari kewajiban para duta budaya adalah menyebarkan bahasa Persia dengan cara menyelenggarakan seminar-seminar bahasa Persia di pusat-pusat keilmuan dan universitas.”

 

Ayatullah Sayyid Ali Khamenei juga menyampaikan penghargaannya atas usaha-usaha Lembaga Kebudayaan dan Hubungan Islam.

 

Di awal pertemuan ini, Menteri Kebudayaan dan Penerangan Sayyid Mohammad Hosseini dalam pembicaraannya menekankan bahwa diplomasi umum merupakan kewajiban jelas para duta budaya. Dikatakannya, “Perhatian lebih terhadap pengajaran dan penyebaran bahasa Persia, menyampaikan pelbagai kenyataan terkait Iran, membuka pameran-pameran kebudayaan dan kesenian dan menyelenggarakan pekan budaya termasuk program-program para delegasi budaya Republik Islam Iran yang ada di luar negeri.”

 

Ketua Lembaga Budaya dan Hubungan Islam Mehdi Mostafavi dalam laporannya tentang pertemuan para duta budaya ke-8, menyampaikan bahwa aktivitas lembaga ini terdiri dari dua bagian, pertama struktur hubungan kebudayaan internasional dan yang lainnya,  struktur Lembaga Budaya dan Hubungan Islam. Mostafavi mengatakan, “Prospek dan tolok ukur garis pedoman aktivitas budaya Republik Islam Iran di arena internasional telah disusun dan rancangan baru juga telah disiapkan untuk struktur lembaga ini.”